Selasa, 14 Juli 2009

Kiat Menjalankan Marketing Zaman Ini

Menghadapi perubahan yang berarti di zaman ini, teknik pemasaran juga mesti memperhatikan beberapa hal penting.

"Anda harus lebih fokus budaya setempat, harus punya penghargaan yang lebih tinggi terhadap nilai-nilai yang berlaku," kata Philip Kotler dalam Seminar Marketing in Turbelent Times di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Rabu (27/5)


Selain itu, ada 7 kiat yang layak diperhatikan menurut Kotler, antara lain:

1. Perusahaan mesti memberikan pelayan yang terbaik

2. Harus menjual pengalaman, emosi dan karya otentik

3. Harus membangun hubungan yang baik pada konsumen

4. Harus punya relasi dengan media, blogg, dan situs-situs pertemanan yang melibatkan banyak orang atau komunitas

5. Harus mampu mengembangkan dengan cepat sistem dan perencanaan

6. Harus mampu mengukur hasil-hasil dan akuntabilitas perusahaan

7. Harus menyeimbangkan penghargaan kepada para pemegang saham

kompas.com

Pentingnya Sebuah Logo

DALAM 30 detik silakan tuliskan minimal lima logo produk yang Anda ingat atau yang pernah Anda lihat (produk apa saja). Mengapa Anda mengingat logo produk tersebut?
Biasanya,orang mengingat logo antara lain karena bentuknya yang unik/menarik, mudah dilihat atau dibaca,dan bentuk atau tulisannya mudah diingat. Menurut Anda,apa pentingnya logo dalam suatu perusahaan?

Dan apa hubungannya dengan Marketing Revolution? Menurut saya, logo antara lain mempermudah kita untuk mengingat sesuatu. Karena pada dasarnya manusia lebih mudah mengingat gambar.

Oleh karena itu, secara umum biasanya kita lebih mudah mengingat wajah seseorang dari pada mengingat namanya. Maka, untuk melakukan branding, sebuah perusahaan katakanlah produsen minuman akan mematenkan botolnya, bentuknya, dan lain-lain yang bisa menunjukkan kekhasan suatu produk. Tak mengherankan bila terkadang orang lebih mengingat botolnya atau bentuk produknya, tetapi kadang lupa apa nama produknya.

Oleh karena itu,supaya produk kita lebih mudah diingat oleh konsumen, selain bentuk desain produknya yang unik, juga diperlukan bentuk logo yang menarik, mudah dibaca atau dilihat, dan mudah diingat. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak mudah salah pilih dengan produk lainnya (gara-gara bentuk produknya hampir sama dengan produk kita, padahal logonya berbeda). Misalnya saja, karena samasama produk air dalam kemasan, bentuk botolnya hampir sama, terkadang orang lupa apa merek atau bagaimana logonya produk tersebut.

Maka, kita perlu mendesain logo sejak awal dengan perhitungan yang matang antara lain mempunyai unsur menarik,mudah dibaca atau dilihat, dan mudah diingat. Ini juga berkaitan dengan pilihan warna, tipe huruf, dan komposisi bentuk. Jika kita ingin memberikan penawaran yang sensasional, orang akan mudah mengingat produk kita dan membelinya (tidak tertukar dengan produk yang lain). Cukup banyak perusahaan yang mendesain logo hanya karena bentuknya dianggap ?indah/ menarik? saja, tapi tidak mempertimbangkan faktor mudah dilihat/ dibaca dan mudah diingat.Ketika produk dipasarkan,konsumen cukup banyak yang lupa apa nama produknya, bagaimana logonya.

Mungkin konsumen pertama kali akan membeli produk itu, namun karena lupa merek atau logonya, di kemudian hari bisa saja terjadi mereka membeli produk kompetitor yang logonya lebih mudah diingat. Perlu diperhatikan pula,dalam membuat logo, baik logo produk atau perusahaan, kita harus mempertimbangkan faktor teknis desainnya. Sebagai contoh, bagaimana jika logo diletakkan di kop surat, amplop, brosur atau mungkin dalam beberapa bentuk/media lain yang lebih kecil, misalnya di kartu nama, bolpoin, pensil.

Jangan lupa, pertimbangkan juga apakah logonya masih terlihat dengan jelas? Apakah desain logonya masih bisa dipertahankan komposisinya (bentuk, warna, dan tipe hurufnya)? Bila logonya terlalu rumit, kemudian diaplikasikan dalam media yang kecil, biasanya logo menjadi terlihat tidak jelas.

Maka, kita tidak jarang melihat perusahaanperusahaan/ produk yang mengganti logonya (bahkan dengan biaya yang sangat tinggi) supaya logonya menjadi lebih baik (memberi arti yang lebih positif), lebih menarik, mudah dilihat, mudah dibaca, dan mudah diingat. Jika Anda belum telanjur membuat logo suatu produk/ perusahaan Anda, pertimbangkan kembali faktor-faktor tersebut. (*)

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005 (Koran SI/Koran SI/rhs)
okezone.com

Agen Asuransi, Peluang Karier Menjanjikan

Sebesar apakah kebutuhan industri asuransi terhadap agen asuransi jiwa? Semua itu bergantung pada intensitas pertumbuhan bisnis asuransi di masa yang akan datang. Data empiris menunjukkan


bahwa ruang gerak pertumbuhan sektor asuransi di Indonesia terbuka sangat lebar.Tren ini terlihat dari pertumbuhan penjualan polis asuransi jiwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir (hingga akhir 2007).

Sebesar apakah kebutuhan industri asuransi terhadap agen asuransi jiwa? Semua itu bergantung pada intensitas pertumbuhan bisnis asuransi di masa yang akan datang. Data empiris menunjukkan bahwa ruang gerak pertumbuhan sektor asuransi di Indonesia terbuka sangat lebar.Tren ini terlihat dari pertumbuhan penjualan polis asuransi jiwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir (hingga akhir 2007).

Menurut data Biro Perasuransian, perusahaan-perusahaan asuransi jiwa di Indonesia berhasil mencapai pertumbuhan premi bruto sebesar 36,16 persenper tahun selama periode 2003?2007.Kalau pada 2003 total akumulasi premi sebesar Rp13, 6 triliun, jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp45, 5 triliun pada 2007. Ini raihan pertumbuhan yang melebihi pertumbuhan premi bruto di negara-negara Asia.

Pada kuartal IV-2008, catatan AAJI menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan tersebut memang mengalami perlambatan sebagai akibat dari pelemahan kinerja pasar modal karena terjadi krisis keuangan global. Pasar asuransi jiwa nasional pun terkena imbasnya. Dalam beberapa waktu terakhir, kontraksi indeks bursa telah menekan pertumbuhan dua jenis produk asuransi jiwa yakni premi tunggal maupun unit-link, yang notabene merupakan produk penggerak pertumbuhan asuransi jiwa. Meskipun demikian, saat ini pasar asuransi jiwa nasional mulai menggeliat kembali seiring dengan membaiknya kondisi pasar modal kita.

Kalaupun persentase pertumbuhan premi bruto asuransi jiwa di negara kita cukup tinggi, penetrasi asuransi nasional diharapkan masih akan bertumbuh jauh lebih cepat dari pencapaian sebelumnya. Ruang pertumbuhan asuransi jiwa di negara kita jauh lebih besar ketimbang peluang penetrasi di negara-negara Asia.Menurut data Swiss Re, persentase premi asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB) di Indonesia pada 2007 sebesar 1,1 persen.

Secara komparatif, persentase ini jauh lebih kecil ketimbang besaran persentase di negara lain, misalnya Hong Kong 10,6 persen, Jepang 9,6 persen, Singapura 6,2 persen, India 4 persen, dan Malaysia 3,1 persen. Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia amat terbuka lebar, dan itu berarti kebutuhan tenaga agen asuransi akan terus bertambah! Ke depannya, kebutuhan tenaga agen asuransi jiwa sangatlah bergantung pada harapan pertumbuhan bisnis asuransi di masa yang akan datang.

Berdasarkan tren laju perkembangan industri asuransi jiwa tersebut, jumlah agen yang dibutuhkan akan terus berkembang. AAJI mencatat bahwa jumlah agen asuransi jiwa di Indonesia sebanyak 278.457 orang hingga kuartal IV-2008. Jumlah ini diharapkan akan mencapai 500 ribu orang pada periode 2011?2012.

Kompensasi, Fasilitas, dan Apresiasi bagi Agen

Seperti apakah gambaran profesi sebagai agen asuransi di Indonesia? Sebelum Anda mengemban tugas dari perusahaan asuransi jiwa untuk memasarkan beragam produk asuransi dan layanan di dalamnya, Anda harus mengikatkan diri melalui suatu perjanjian keagenan dengan salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional.

Dalam hal kompensasi penghasilan, perusahaan menyediakan salah satu di antara tiga jenis kompensasi, yakni (1) komisi dan tunjangan, ( 2) komisi, (3) komisi dan bonus. Skema komisi banyak diberlakukan bagi kalangan agen yang berpengalaman, khususnya bagi agen-agen yang menjual produkproduk individu. Apa itu komisi? Komisi adalah penghasilan seorang agen yang akan dibayarkan oleh perusahaan, dan besarannya berdasarkan sejumlah persentase tertentu dari jumlah premi yang dibayarkan oleh nasabah. Besaran persentase komisi amat bergantung pada jenis produk yang dijual oleh sang agen.

Selain itu, jenis transaksi juga memengaruhi persentase komisi misalnya pembayaran polis baru atau pembayaran premi untuk polis lanjutan.Bagaimana halnya dengan bonus? Umumnya, perusahaan akan memberikan bonus kepada seorang agen bila yang bersangkutan berhasil mencapai target penjualan yang ditentukan oleh perusahaan. Melalui skema kompensasi yang bersifat variabel seperti ini, jumlah uang yang bisa diterima oleh seorang agen dari prestasi penjualannya setiap bulan menjadi tidak terbatas. Semakin besar premi penjualan seorang agen, penghasilan yang bersangkutan akan bertumbuh dengan cepat.

Bonus yang diperolehnya juga bisa bertambah besar bila sang agen berhasil membukukan premi yang lebih besar pula. Mengingat produk asuransi jiwa adalah produk yang sarat dengan penjelasan teknis, fasilitas pelatihan dan pendidikan merupakan suatu kebutuhan standar bagi seorang agen. Pelatihan dan pendidikan sangat bermanfaat bagi perkembangan karier dan profesionalisme seorang agen.Saat ini berbagai perusahaan asuransi seakan berlomba-lomba untuk menyediakan fasilitas pelatihan dan pendidikan bagi para agen. Ini atmosfer kondusif bagi para agen dalam meningkatkan kualitas profesi yang mereka geluti di masa yang akan datang.

Selain potensi penghasilan tak terbatas serta pemerolehan fasilitas pendidikan dan pelatihan, profesi agen asuransi juga sarat dengan berbagai penghargaan dari perusahaan asuransi. Berbagai bentuk insentif penjualan pun diberikan perusahaan untuk memacu prestasi para agen.Perjalanan keluar negeri bersama keluarga, hadiah berupa peralatan kerja misalnya laptop atau ponsel terbaru merupakan contoh penghargaan yang diberikan oleh perusahaan bagi agen asuransi yang berprestasi.

Secara organisatoris, AAJI bertekad memacu profesionalisme dan perkembangan agen asuransi nasional.Sejak 22 tahun lalu, AAJI secara konsisten menyelenggarakan Top Agent Award (TAA), yang merupakan bentuk penghargaan kepada para agen asuransi jiwa terbaik nasional.Selain itu, AAJI akan memberikan sebuah mobil baru bagi agen yang berprestasi pada perhelatan TAA tahun depan. Deskripsi tersebut menunjukkan bahwa agen asuransi adalah profesi yang menjanjikan bagi seluruh angkatan kerja nasional. Profesi agen terbuka bagi Anda yang baru saja menyelesaikan bangku perkuliahan.

Profesi agen pun terbuka bagi Andayang sedang mencari pekerjaan baru, yang mungkin disebabkan karena Anda terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Segera hubungi perusahaan asuransi idaman Anda! Masuki gerbang awal keberhasilan hidup Anda melalui profesi agen asuransi jiwa! (*)

EDDY KA BERUTU
Praktisi Asuransi dan Ketua Departemen Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan AAJI

Resiko Investasi

Risiko sistematis ini juga memberikan pengaruh besar terhadap perdagangan saham di pasar.
Dalam banyak kasus, terjadinya koreksi pasar lebih banyak didahului oleh bekerjanya risiko sistematis. Misalnya, naiknya laju inflasi, naiknya suku bunga bank, terjadinya gejolak pasar keuangan global mampu menekan


harga saham di pasar. Padahal dari sisi operasional perusahaan sebenarnya belum berpengaruh apa-apa. �

Di sisi lain, investor juga menghadapi risiko unsystematic yang bersumber dari dalam atau internal perusahaan. Misalnya nilai penjualan turun, terjadi pemogokan karyawan, penurunan produksi dan sebagainya. Untuk risiko jenis ini sangat tergantung pada kepiawaian manajemen perusahaan.� Jika manajemen perusahaan mampu mengatasi persoalan internal maka kondisi fundamental perusahaan tidak akan banyak terpengaruh. Sebaliknya jika manajemen tidak mampu mengelola perusahaan dengan baik maka bisa dipastikan fundamental perusahaan akan merosot yang pada gilirannya akan menurunkan harga saham di pasar.

Dari uraian di atas tampak bahwa unsystematic risk relatif lebih mudah ditangani dibandingkan systematic risk. Meski begitu, dua-duanya memberikan pengaruh besar terhadap perubahan harga saham di pasar. Jika disimak lebih detil, systematic risk akan berpengaruh terhadap pasar secara keseluruhan, sedangkan unsystematic risk akan lebih berpengaruh langsung kepada saham emiten tertentu. Kadang-kadang kita melihat harga saham anjlok bukan karena runtuhnya fundamental emiten, tapi lebih karena psikologis.� Penurunan harga akibat faktor seperti ini tidak hanya terjadi pada satu jenis saham saja tetapi terjadi pada hampir seluruh saham. Lain halnya jika penurunan harga akibat dari unsystematic risk, penurunan harga hanya menimpa pada saham-saham tertentu.

Bagi pelaku pasar dua jenis risiko ini patut mendapat perhatian agar terhindar dari kerugian yang besar. Kepiawaian pelaku pasar dalam mendeteksi adanya dua jenis risiko itu akan menentukan berhasil tidaknya investasi yang dilakukan. Karena itu sebelum berinvestasi seorang investor yang baik harus memahami terlebih dulu� risiko yang mungkin akan dihadapi.� (Tim BEI) (//rhs
okezone.com

Pemerintah wajib bayar premi masyarakat miskin

Pemerintah wajib membayar iuran atau premi bagi masyarakat yang tidak mampu atau masyarakat miskin yang jumlahnya sekitar 76 juta atau 35 juta tenaga kerja.
Kasir Iskandar, Wakil Ketua II PAMJAKI (Perhimpunan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia), mengatakan

jika Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diterapkan setidaknya ada kewajiban pemerintah membayar premi dari masyarakat miskin.

"Dalam UU No.40/2004 tentang SJSN terdapat 5 program jaminan sosial antara lain jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, kematian, hati tua, dan pensiun," ujarnya hari ini.

Dia memperkirakan implementasi SJSN baru bisa dilaksanankan pada 2011 karena anggaran 2010 telah dibuat dan tidak memuat subsidi pembayaran premi dalam program SJSN.

Saat ini, katanya, ada empat BUMN berbadan hukum persero yang yang menerapkan prinsip sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai pengejahwantahan dari UU SJSN yakni PT Askes, PT Taspen, PT Asabri, dan PT Jamsostek.

Keempatnya diberi hak bertindak sebagai BPJS sebagaimana tertampung dalam Pasal 52 ayat 1 UU SJSN. Hak sebagai BPJS tersebut bisa dilanjutkan apabila keempat persero tersebut sudah menyesuaikan dengan ketentuan UU SJSN tersebut paling lambat 19 Oktober 2009.

Dalam SJSN tersebut Pasal 1 angka 6 disebutkan BPJS ialah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. Pasal 5 sebelumnya mengungkapkan bahwa badan tersebut harus dibentuk dengan Undang-undang. Karena RUU BPJS belum rampung maka perannya dilakukan oleh 4 BUMN tersebut. (tw)
bisnis.com

Hindari Insider Trading

Meraih untung sebesar-besarnya adalah satu tujuan investasi. Bahasa yang sering diajukan adalah memaksimalkan profit. Apapun jenis investasinya, yang dituju adalah memaksimalkan keuntungan.

Untuk meraih keuntungan maksimal, setiap orang mempunyai cara sendiri

Ada yang wajar, setengah wajar, bahkan tidak wajar. Pernahkan Anda mendengar seorang investor pergi ke dukun dan bertanya saham apa sebaiknya yang dibeli sehingga bisa mendatangkan capital gain berlimpah? Nah, contoh ini meski jarang terjadi adalah salah satu contoh cara yang tidak wajar. Ada juga investor yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal dengan cara "mencuri" informasi dari orang dalam (inside information). Karena memanfaatkan informasi orang dalam, maka transaksinya disebut dengan insider trading. Jenis transaksi ini termasuk illegal dan termasuk pelanggaran berat di pasar modal.

Satu contoh yang paling sering dilakukan oleh pelaku pasar adalah mencari informasi yang sebenar-benarnya tentang perkembangan satu perusahaan melalui orang dalam yang mengetahui persis kebijakan atau corporate action yang akan dilakukan perusahaan. Dengan berbekal informasi itulah dia melakukan transaksi saham perusahaan tersebut di pasar modal.

Jika tidak ada yang tahu, hampir bisa dipastikan bahwa investor ini akan kipas-kipas menikmati untung. Namun, harus diingat bahwa transaksi semacam ini termasuk wilayah yang diharamkan di pasar modal karena masuk kategori insider trading, sebuah transaksi yang memanfaatkan informasi orang dalam (inside information) demi mencari keuntungan. Karenanya jika transaksi semacam ini diketahui otoritas pasar atau Bapepam-LK, maka pelakunya akan dikenai sanksi berat.

Dalam Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal pasal-pasal yang mengatur soal perdagangan orang dalam setidaknya ada lima pasal mulai pasal 95 hingga pasal 99. Selain itu dalam pasal 104 disebutkan bahwa pelaku insider trading dikenai sanksi pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Bagaimana menangkal terjadinya insider trading? Ini bukan hal yang gampang. Sejauh ini belum pernah ada kasus-kasus dugaan insider trading yang berakhir di meja hijau. Belum pernah ada kasus yang secara tegas divonis sebagai kasus insider trading dan pelakunya dijatuhi hukuman berat.

Kasus dugaan insider trading seringkali lolos dari jeratan hukum karena memang sulit dibuktikan. Namun begitu tanda-tanda terjadinya insider trading itu bisa dideteksi. Kalau transaksinya tidak normal ada kemungkinan insider trading terjadi. Yang dimaksud tidak normal adalah ketidakwajaran dari pola transaksi yang terjadi. Misalnya, jika saham XYZ yang biasanya tidak likuid, tiba-tiba menjadi sangat likuid dan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi itu-itu saja. Deteksi dari sisi investor bisa disimak dari perilaku investor tersebut. Jika volume transaksi yang dilakukan di luar kebiasaan, itu patut diwaspadai.

Sulit untuk membedakan sebuah transaksi mengandung inside information atau tidak. Pola-pola transaksi yang tidak wajar itulah yang perlu mendapat pengawasan khusus. Untungnya, BEI sudah melakukan fungsi pengawasan dengan cukup baik. Jika ada informasi yang tidak jelas sumbernya dan bisa mempengaruhi harga saham dibursa, BEI akan men-suspend saham tersebut. BEI semestinya terbebas dari anasir-anasir spekulasi, apalagi dimanfaatkan untuk melakukan insider trading. (Tim BEI). (//rhs)

Keindahan Menikmati Masa Tua

MENJADI tua adalah suatu kepastian dan tak bisa ditolak manusia paling kuat sekalipun
di muka bumi ini. Menjadi tua bukanlah sebuah hukuman, apalagi kutukan, sebaliknya itu adalah anugerah yang diberikan Sang Pencipta untuk diisi dengan berbagai kegiatan bermanfaat.


Memang menjadi tua sering menghadirkan kekhawatiran tersendiri, bahkan sampai-sampai banyak pujangga dan pemikir hebat 'menentang' untuk hidup sampai tua. Tak heran bila ada pepatah yang mengatakan, berbahagialah mereka yang mati di usia muda karena tak merasakan kesusahan di hari tua. Dan, beruntunglah mereka yang tak terlahir karena mencicipi penderitaan dunia. Lalu,apakah menjadi tua adalah sebuah kutukan? Jelas tidak, sebaliknya itu adalah anugerah sekaligus keajaiban karena diberi panjang umur.

Bisa dihitung, sangat jarang orang yang bisa hidup sampai usia tua,jadi jangan disesali. Apalagi banyak orang hebat dan menjadi sosok panutan yang tetap bisa berkarya di saat usianya sudah tidak muda. Sebut saja Plato yang hidup sampai usia 80 tahun, banyak melahirkan pemikiran hebat ketika usianya sudah senja.Ada juga Andrew Carnegie jutawan yang baik hati, mendiang Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt, pengusaha Henry Ford dan Alexander Graham Bell. Mereka tetap menunjukkan vitalitas berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat di kala usianya uzur. Carnegie misalnya, jutawan yang memiliki kekayaan USD65 juta, memberikan sebagian besar hartanya sekitar USD60 juta kepada orang tak mampu di sekitarnya.

Dan, hanya menyisihkan USD12 juta untuk tetap menjalankan bisnis di tiga perusahaannya. Bahkan dalam legenda Bangsa China, ada seorang penasihat militer ternama Sun Tzu yang menunjukkan karier gemilang di saat usianya tidak muda. Walaupun fisiknya tak sempurna, kematangan jiwa dan usianya membuatnya sulit ditandingi panglima muda yang paling kuat di masanya. Dia pun melahirkan buku seni berperang yang melegenda sampai sekarang. Terbantahkan sudah anggapan yang menilai menjadi tua hanya menghadirkan kesengsaraan sambil menunggu saat menutup mata.

Masa tua ternyata membuat seseorang bisa tetap produktif, semakin matang, dan bijak. Jarang sekali orang yang bisa merasakan kebahagiaan ini karena tak semua orang diberi usia sampai tua. Bagaimana cara untuk menggelorakan semangat muda di kala usia sudah tua? Anda perlu membaca buku berjuduk Produktif di Usia Senja karya Harbert Newton Casson. Buku yang berisi 140 halaman dan diterbitkan Kinza Books ini menyajikan kisah nyata dan rahasia sukses di kala usai sudah senja. Buku ini pun memberi motivasi bahwa usia tua bukan halangan untuk menggapai karier tertinggi dalam hidup.

Fisik boleh jadi sudah renta, tapi semangat,pemikiran,dan citacita tak pernah menjadi tua. Selama masih diberikan kesempatan melihat matahari dan menghirup udara segar di pagi hari,itu adalah tanda kehidupan harus terus dijalani. Menjadi tua dan mati adalah sebuah kepastian, tapi menghadapinya dengan melakukan hal positif dan bermanfaat adalah sebuah keberanian yang bijaksana. (wasis wibowo)
okezone.com

"DONT SAY YOU LOVE YOUR FAMILIY, IF YOU DONT HAVE ANY INSURANCE TO ENSURE THEIR LIVE AND FUTURE" (FREEDY PIELOR) GET PRUDENTIAL RIGHT N0W TO ENSURE YOUR LOVELY FAMILY