Penulis : Dikutip dari Tabloid KONTAN Edisi Khusus Sept. 2007
Anda mungin juga sudah mendapatkan tawaran produk unitlink, baik dari teman, pacar, istri bos, atau tenaga penjual asuransi yang cantik-cantik itu. Perusahaan asuransi memang sedang semangat-semangatnya menawar-nawarkan unitlink lewat puluhan ribu agen pemasarannya.
Lantaran yang menawarkan adalah orang yang dekat, atau karena si agen memang manis, sering kali kita merasa tak enak menolaknya. Padahal, kita belum tahu betul apa sebetulnya unitlink. daripada membeli kucing dalam karung, mendingan kita kenal produk yang memang masih tergolong baru di Indonesia ini.
Unitlink adalah salah satu produk turunan asuransi, yaitu asuransi yang didalamnya terdapat unsur investasi. Jadi, selain mendapatkan proteksi asuransi, Anda akan mendapatkan imbal hasil investasi. "Unitlink adalah one stop shoping, yaitu gabungan asuransi dan reksadana," kata Ade Bungsu, Assistant Vice President PT Prudential Life Assurance.
Jika melihat dari sisi perlindungan, sebenarnya unitlink tak jauh berbeda dengan produk asuransi konvensional. Jenis perlindunganpun sama. Mulai asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan, penyakit kritis hingga cacat tetap. Bedanya, dalam asuransi biasa, nasabah tidak perlu berfikir kemana perusahaan asuransi memutarkan uangnya. Dengan kata lain, nasabah tak punya kontrol untuk mengatur kemana uangnya diputarkan. Yang penting, saat dia mengajukan klaim, asuransi membayar uang pertanggungan atau seluruh manfaat yang dijanjikan.
Beda orang, beda pula unit linknya
Sebaliknya, didalam unitlink, nasabah memiliki kebebasan menentukan sendiri berapa besar porsi investasinya. Jika ingin mengejar imbal hasil, perbanyaklah alokasi premi untuk investasinya. Begitu pula sebaliknya. Nasabah juga bebas memilih instrumen investasi. Umumnya, instrumen investasi unitlink berbentuk reksadana. Disini dana investor dikelola manajer investasi dan nilainya dipecah-pecah dalam satuan unit. Naik turunnya imbal hasil investasi tampak pada naik turunnya harga unit tersebut.
Persis seperti reksadana, pilihan investasi pada unitlink terdiri dari: saham, pendapatan tetap, pasar uang, dan campuran. Untuk pasar uang, ada perusahaan yang menawarkan unitlink dalam dolar. Jenis investasi unitlink harus kita sesuaikan dengan umur, jangka waktu investasi, dan karakter risiko kita. Contoh, nasabah yang muda, siap berinvestasi jangka panjang dan kuat memikul risiko, bisa memilih unitlink yang bermain di saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar