Selasa, 14 Juli 2009

Menabung Di Bank Atau Di PRULINK

Dimanakah tempat menabung yang bijak (Smart Saving)

Quoting Safir Senduk’s Articles

“Siapa, sih, yang tak ingin punya tabungan?

Saya juga mau, kok, menabung. Masalahnya, uang saya habis terus…”
“Belum lagi anak-anak minta dibelikan sepatu…”
“Saya kan juga perlu beli ini dan itu…”
“Ah, saya memang enggak berbakat mengelola uang…”

Kata-kata tersebut diatas mungkin akrab di telinga Anda, atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya. Anda ingin sekali bisa menabung, tapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu?

Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti akan mengalaminya. Menabung (melakukan investasi secara rutin) seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Namun demikian, apabila Anda menyisihkan uang secara rutin, maka uang yang Anda kumpulkan tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun menabung hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun, ia mengatakan penghasilannya sering habis dipakai dalam sebulan. Jadi, ia tidak bisa menabung.

Sebetulnya, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulan, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya.

Apakah situasi seperti ini cukup akrab di telinga Anda? Atau, apakah Anda juga mengalaminya?

MENINGKATKAN DAN MENEKAN

Saya akan beberkan satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu membelanjakan dulu uang Anda sehingga selalu kehabisan uang untuk ditabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu?

Ketika Anda mendapatkan gaji Anda pada tanggal 25, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk ditabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar.


Pola maenabung TIPE B, itulah yang seharusnya kita lakukan, jika sebaliknya yang dilakukan, maka sering kali kita tidak menyisakan uang sepeserpun untuk ditabung di akhir bulan, seperti yang digambarkan pada pola menabung TIPE A.

Bila Anda melakukan hal itu, maka Anda tidak ada alasan lagi untuk tidak menabung. Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Tapi itulah konsekuensinya: Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan Anda. Sebagai contoh, penghasilan Anda tadinya adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu per bulan.

Bila Anda merasa jumlah itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu diantara tiga pilihan dibawah ini:

1. Meningkatkan pendapatan. Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tapi kembali menjadi Rp 1 juta.

2. Menekan pengeluaran. Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu saja.

3. Melakukan keduanya, yakni meningkatkan pendapatan sekaligus menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda malah memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan!

Terserah Anda , mana dari ketiga cara tadi yang hendak Anda pilih. Yang paling penting, Anda harus membiasakan diri untuk menabung. Dalam hal ini, apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan.

ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang tak terduga kelak. Sangatlah tidak bijak bila kita egois untuk memenenuhi semua kebutuhan kita saat ini dan secara tidak langsung akan menelantarkan pemenuhan kebutuhan anak-anak kita kelak.

KE MANA MENABUNG?

Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di bank. Kelebihan tabungan adalah bahwa dana dalam tabungan bisa diambil kapan pun Anda inginkan. Kelemahan tabungan adalah bahwa pada saat ini, umumnya tabungan di bank hanya memberikan bunga yang kecil.

Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar, katakan, Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja.

Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti Reksa Dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi dimana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim Manajer Investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu.

Jelas, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Kenapa tidak memulainya?

Apakah Anda sudah menyiapkan tabungan untuk cadangan dana kesehatan untuk usia 55 nanti, atau untuk biaya hidup pada usia 60 nanti jika kita masih hidup sementara kita sudah tidak lagi berpenghasilan. Mungkin kita berkata,” Ah, gimana nanti deh. rejeki kan sudah ada yang ngatur, nanti juga ada aja jalannya”. Tapi tanpa usaha dari kita (bahkan memikirkannya pun tidak), apakah Sang Pemberi Rejeki akan memilih kita untuk diberikan rejeki?

Jadi, bijaklah terhadap masa depan kita dan keturunan kita. Menabunglah mulai sekarang.

Tetapi permasalahannya sekarang, dimanakah seharusnya menabung atau menyimpan uang kita di tempat yang tepat atau dengan bijak dan cerdas (Smart Saving) yang bisa menjamin masa depan kita berserta keturunannya...??

Sebagai contoh jika Anda, seorang pria, usia 25 tahun dan perokok, ingin menabung secara rutin Rp.500 ribu per bulan, selama 10 tahun dan isi tabungan akan diambil saat usia 55 tahun, kemana sebaiknya anda menabung?

Tentu ke tempat menabung yang memberikan keuntungan lebih banyak kepada Anda !

Dimana itu ? Berikut perbandingan antara menabung di bank dan di PRUlink. Dengan asumsi seperti di atas.

Menabung di bank :
1. Rp.500 ribu per bulan selama 10 tahun.

f

2. Uang tabungan tidak pernah diambil sama sekali hingga usia 55 tahun.



3. Jumlah uang di tabungan saat usia 55 tahun adalah Rp. 315.483.355,-





Tidak ada bonus. Jika suatu ketika mengalami sakit, atau cacat, rencana menabung dapat diteruskan atau tidak ? dan yang pasti tabungan kita pasti akan kita ambil untuk berobat bukan ?

Menabung di PRULINK :
1. Rp.500 ribu per bulan selama 10 tahun.

f

2. Uang tabungan tidak pernah diambil sama sekali hingga usia 55 tahun.



3. Jumlah uang di tabungan saat usia 55 tahun adalah Rp.789.319.000,-





Masih ada bonus, berupa :

1. Asuransi Jiwa sebesar Rp.200 juta.

f

2. Asuransi Kondisi Kritis Rp.50 juta.



3. Asuransi Kecelakaan / Cacat RP.200 juta.




4. Asuransi Rawat Inap Rp.560 ribu per hari.

5. Asuransi Rencana Menabung Rp.6 juta per tahun (jika tidak bisa meneruskan rencana menabung karena sakit atau cacat, maka rencana menabung diteruskan oleh PRULINK).



Deposito vs PRUlink Investor Account (PIA)

Bunga deposito: 6%-8% (tidak dapat diambil kapan saja)

PIA: >30% (bisa diambil kapan saja)



Perbandingan berinvestasi di deposito dan PRUlink Investor Account (PIA):
PRUlink Investor Account (PIA) merupakan investasi dengan proteksi minimal. Di bawah ini adalah ilustrasi keuntungan investasi di deposito dengan asumsi bunga deposito tinggi yaitu 8%.

- Dalam 3 tahun, pertumbuhan nilai tunainya adalah 3 x 8% = 24 %

Ilustrasi keuntungan investasi di PRUlink Investor Account (PIA) dengan asumsi bunga PRUlink Investor Account (PIA) rendah. Pengurangan 6% merupakan biaya awal dan hanya sekali saja dibebankan pada nasabah.

- Dalam 3 tahun, pertumbuhan nilai tunai nya adalah (3 x 30%) – 6% = 84%

Dalam 3 tahun perbedaan nilai tunai yang disimpan adalah 84% - 24% = ± 60 %



Perbandingan ilustrasi berinvestasi Rp 100.000.000,- selama 3 tahun:
Di bank: Rp 100.000.000 + ((3 x 8%) x Rp 100.000.000) = Rp 124.000.000,-

Di PIA: Rp 100.000.000 + (((3 x 30%) – 6%) x Rp 100.000.000) = Rp 184.000.000,-

Selisihnya adalah: Rp 184.000.000 - Rp 124.000.000 = ± Rp 60.000.000,-



Keuntungan berinvestasi di PRUlink Investor Account (PIA) dibandingkan deposito:
1. Bunga jauh di atas inflasi. Investasi di PRUlink Investor Account (PIA) akan menambah nilai mata uang. Investasi di deposito justru hanya mengurangi nilai mata uang, karena bunganya di bawah tingkat inflasi.

2. Saldo dapat diambil kapan saja. Berbeda dengan deposito yang harus menunggu waktu tenggang untuk melakukan penarikan.

3. Seluruh nilai tunai dijamin oleh PT Prudential Life Assurance. Berbeda dengan deposito yang hanya dijamin Rp 100.000.000,- oleh pemerintah, berapapun nilai tunainya.

Apakah anda masih tertarik untuk menginvestasikan uang anda di deposito? Pastinya lebih aman dan menguntungkan berinvestasi di PRUlink Investor Account (PIA) bukan?

Bila tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang PRUlink Investor Account (PIA), Kami akan memberikan penjelasan yang selengkap-lengkapnya (gratis) tanpa ada paksaan anda harus menginvestasikan uang anda di PRUlink Investor Account (PIA).

Jadi menurut Anda, mana yang lebih menguntungkan?

Jika anda melihat keuntungan yang lebih banyak bisa anda nikmati dengan menabung di PRUlink, baik untuk tujuan program dana pensiun, dana pendidikan atau pengembangan modal, silahkan kontak kami

Tidak ada komentar:


"DONT SAY YOU LOVE YOUR FAMILIY, IF YOU DONT HAVE ANY INSURANCE TO ENSURE THEIR LIVE AND FUTURE" (FREEDY PIELOR) GET PRUDENTIAL RIGHT N0W TO ENSURE YOUR LOVELY FAMILY